Kenapa hati ini bergetar
Kenapa hati ini seolah meradang
Kenapa hati ini tidak pernah puas dalam pengembaraan
Untuk menemukan jangkar labuh yang sengaja
Dibawah dan disembunyikan olehmu
Kaupun sadar dan paham itu
Tapi kenapa engkau tidak memberikannya padaku
Dengan atas nama kerelaan hatimu
Aku sudah bilang padamu
Bahwa perubahan itu sangat membahayakan
Aku telah menemukannya dalam kenyataan
Dalam harapan-harapan dalam lesung senyummu
Terakhir aku menemukannya dalam diammu
Aku menemukan itu seperti aku menemukan
Sebaris kata cinta dalam otakku
Aku menemukannya tersembul keluar dari dadaku
Aku juga menemukannya dalam abstrak pikiranku
Aku menemukannya dalam cahaya mentari
Yang tersangkut bulan pada malam hari
Hanya terbit dan terbenam
Kalau malam bulanpun menjadi perantara
Sedikit cahayanya yang masih tertinggal
Mereka hanya tidak tahu kesalahan atas kepercayaan
Yang telah aku berikan padamu bagaimanapun beratnya
Mereka hanya dipenuhi mendung dalam hatinya
Mereka hanya tidak mau melihat aku menitikkan air mata
Sepercik kedamaian hati yang melampaui agungnya kata cinta
Dan membakarnya dalam sublim yang tanpa batas
Percikan inilah yang akan kubawa dalam perjalanan panjangku
Menelusuri bait-bait puisi dunia
Dan larik demi larik getirnya kenyataan hidup
Yang hanya menjadi prosa dalam khayalan para pujangga malam
Hingga dalam kubangan kebaikan yang semakin lama
Menjadikan aku terlena dan asing terhadap realitas dan diriku sendiri